Posts By adm109

Menangani Anak Autistik

Autistik merupakan gangguan perkembangan yang mempengaruhi bagaimana anak belajar dan lingkungannya. Anak-anak menderita ganggua autistik biasanya kurang melakukan kontak sosial. Mereka sering menyendiri dan menghindari orang. Orang tidak dianggap sebagai subjek yang dapat berinteraksi dan berkomunikasi.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang yang sering memanggil penderita autisme sebagai anak autis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata autis tidak tercantum di sana. Autistik merupakan bentuk turunan kata Autism yang artinya gangguan mental yang membuat penderita sibuk sendiri dan tidak mampu membentuk interaksi sosial. Autistik dalam bahasa inggris ditulis dengan ‘autistic’ yaitu terganggu jika berhubungan dengan orang lain. Maka dari ungkapan anak autis lebih baik diubah menjadi anak autisik atau anak penderita autisme.

Apabila berbicara mengenai anak autistik tentu saja memiliki berbagai macam kesulitan yang dihadapi. Apabila anak yang menderita autisme sedang frustasi, emosi anak autis bisa tidak terkendali. Anak autistik bisa melukai diri sendiri atau bisa saja mereka menjadi agresif kepada orang lain. Emosi anak autistik harus segera dikendalikan agar tidak meresahkan diri penderita dan orang lain. Solusi yang dapat diterapkan untuk mengendalikan emosi anak autistik, sebagai berikut:

• Jangan marah

Ketika anak sedang frustasi atau emosi, orangtua berusaha menenangkan. Ada beberapa orangtua yang berhasil, namun tidak kunjung berhasil sehingga orangtua ikut marah kepada anak. Orangtua membentak anak dan memperparah keadaan anak. Orangtua sudah selayaknya mencari tahu penyebab anak autistik emosi sehingga dapat mengambil solusi yang tepat.

• Membantu permasalahan anak

Anak autistik menjadi marah atau emosi bisa karena ketidakmampuan mereka mengatasi masalah. Ketika mereka sedang bermain dan menyusun sesuatu, namun ia tidak pernah berhasil. Anak akan emosi dan menjadi agresif. Hal yang dapat dilakukan orangtua adalah membantu memberikan solusi sehingga emosi anak bisa redam.

• Mengalihkan perhatian anak

Orangtua yang mendidik anak autistik tidak mudah. Anak akan mempunyai dunia mereka sendiri dan bisa menghabiskan waktu yang lama. Ketika anak emosi, orangtua bisa membuat wajah yang lucu, mengajak anak melakukan aktivitas lain.

Pengobatan Tradisional untuk Penderita Kanker Rahim

Kanker rahim merupakan kanker yang paling ditakuti oleh wanita karena hanya wanita yang dapat terjangkiti kanker ini. Jika sudah terjangkiti, cara untuk mengobati kanker rahim dengan tindakan medis dan herbal. Mengobati kanker rahim tidak bisa secara sembarangan, terlebih lagi jika menggunakan cara medis, hanya tim dokter spesialis yang bisa menanganinya.

Mengobati kanker rahim dengan cara medis biasanya melalui tindakan operasi. Ada beberapa prosedur operasi tergantung tingkat kanker rahim yang diderita. Cara untuk mengobati kanker rahim tindakan medis antara lain

  1. Histerektomi adalah pengangkatan rahim dengan tujuan mengangkat sel kanker di dalam rahim. Pengangkatan ini juga disesuaikan dengan stadium kanker rahim yang diderita,
  2. Radiasi dengan tujuan memperkecil ukuran sel kanker sebelum dilakukan tindakan operasi dan mencegal tumbuhnya sel kanker kembali pasca-operasi,
  3. Kemoterapi dilakukan untuk penderita dengan stadium lanjut. Kemoterapi dilakukan dengan tujuan untuk mencegah kanker semakin menyebar dan untuk mengurangi gejala kanker,
  4. Imunoterapi biasanya dilakukan bersamaan dengan kemoterapi atau radiasi bertujuan untuk meningkatkan keefektifan kemoterapi atau radiasi dengan menurunkan tingkat efek samping dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh,
  5. Terapi hormon dilakukan pada penderita stadium lanjut namun juga bisa dilakukan untuk penderita yang telah sembuh tetapi gejala kanker rahim muncul kembali. Terapi hormon dilakukan untuk mengecilkan ukuran tumor.

dengan cara herbal dilakukan dengan mengonsumsi tanaman herbal, bahan rempah-rempah dan buah. Tanaman herbal, bahan rempah-rempah dan buah yang dikonsumsi antara lain sarang semut papua, keladi tikus, daun sirsak, daun belimbing, jahe, kunyit putih, strawberry.

Ada juga kanker yang lain, yaitu kanker otak. Perlunya pengetahuan gejala kanker otak guna mencegah penyebarannya dan mengurangi kematian. Gejala kanker otak antara lain sakit kepala dengan jangka waktu lama, perubahan mental, muntah-muntah, gangguan pengelihatan dan pendengaran, kesulitan saat bergerak, kejang-kejang.

Perlunya pencegahan untuk gejala kanker otak guna memperkecil tingkat kematian dan juga mengetahui cara penangananya. Untuk mengobati kanker rahim pun demikian, perlunya edukasi mengenai kanker rahim dan kanker otak untuk pencegahan dan kewaspadaan.

Jantung Berdebar Setelah Minum Kopi – Aman Atau Berbahaya?

Bisakah jantung berdebar setelah minum kopi menjadi sinyal tubuh sedang dalam bahaya? Bisa iya, bisa juga tidak. Simak bahasan lengkapnya disini:

Sulit rasanya mendefinisikan kopi untuk hidup manusia. Beberapa individu, menjadikan kopi sebagai minuman sehari-hari guna menambahkan stamina dan menjadi tenaga ekstra dalam beraktivitas. Lalu, bagaimana dengan individu yang sering mengonsumsi kopi dan mengalami jantung berdebar setelah minum kopi? Segera hentikan kalau terjadi terus-menerus pada Anda.

Kita semua mengetahuinya, kopi adalah salah satu minuman yang mengandung kafein tinggi. Setiap 100 gr kopi, mengandung kurang lebih 40 mg kafein. Sangat banyak bila Anda membandingkannya dengan minuman dengan kadar kafein lainnya seperti teh dan soda.

Apa Risiko Mengonsumsi Kopi Untuk Jantung?

Pertanyaannya, apakah mengonsumsi kopi setiap hari berbahaya bagi jantung? Tidak juga. Pun, kopi juga tidak mempunyai manfaat sama sekali untuk jantung. Bisa di bilang, kopi dengan kandungan kafeinnya memiliki posisi netral untuk organ jantung manusia.

Amankah Kopi Untuk Jantung?

Berarti, kopi aman dan layak di konsumsi tanpa risiko yang membahayakan untuk tubuh manusia? Sayangnya, tidak juga.

Pada setiap individu, reaksi meminum kopi akan berbeda antara satu dengan lainnya. Sangat banyak orang yang mengonsumsi tiga gelas kopi setiap hari, tapi tidak memiliki efek samping apapun, termasuk jantung berdebar debar kencang. Pun, tidak sedikit orang yang hanya meminum satu gelas kopi setiap hari, lalu timbul efek samping berupa jantung berdebar kencang.

Mengapa demikian? Tingkat sensitivitas pada setiap orang berbeda-beda. Untuk orang yang terbiasa mengonsumsi kafein, sangat jarang terjadi palpitasi jantung (jantung berdebar abnormal). Untuk orang yang sangat jarang mengonsumsi kafein, biasanya tubuh terutama jantung akan bereaksi berlebihan. Ini terjadi karena kandungan dalam kopi bekerja layaknya sebuah stimulan. Ketika kafein masuk ke dalam tubuh, sistem pusat akan terangsang. Hal ini mengakibatkan sakit kepala, gugup, pusing, dan terutama jantung berdebar.

Studi Ilmiah Kopi dan Hubungan Dengan Jantung Berdebar

Dr. Arthur Klatsky, seorang ahli jantung asal Amerika Serikat menyebutkan, mengonsumsi satu hingga tiga cangkir kopi setiap hari memang menguntungkan sebagai pencegah beberapa penyakit tubuh. Penelitian juga dilakukan olehnya, kopi adalah senyawa netral untuk jantung. Dalam artian, kopi tidak menimbulkan efek yang berbahaya untuk jantung. Pun, tidak memiliki efek menguntungkan untuk jantung.

Disebutkan juga oleh The American Journal of Clinical Nutrition, kadar kafein dalam kopi yang dikonsumsi oleh kebanyakan orang sudah bisa ditolerir tanpa menimbulkan efek samping. Kurang lebihnya, 200 hingga 300 miligram kopi adalah batas toleransi kadar kafein tanpa menimbulkan gejala jantung berdebar dan lainnya ketika individu mengonsumsi kopi. Bagaimana bila mengonsumsi lebih dari batasan ini? Umumnya, jantung berdebar kencang dapat terjadi. Walaupun terjadi, hal ini tidak berbahaya karena hanya berupa stimulan yang timbul karena lebihnya kadar kafein dalam tubuh.

Organisasi kesehatan dari Amerika Serikat juga mendukung hal ini. Tentunya, dengan studi berupa eksperimen yang dilakukan oleh 130.054 orang dewasa asal Amerika Serikat. Hasil studi tersebut menyebutkan, 18 persen orang dewasa yang mengonsumsi kopi lebih dari empat gelas setiap harinya, timbul efek samping berupa jantung berdebar lebih kencang (abnormal).

Jantung Berdebar Setelah Minum Kopi Aman!

Dari penjabaran di atas, dapat kita simpulkan efek samping berupa jantung berdebar ketika habis minum kopi adalah hal yang wajar. Meski demikian, kurangi konsumsi kafein Anda segera bila timbul gejala lain yang membuat kesehatan tubuh Anda menurun. Karena pada dasarnya, lebih baik tanpa kafein dalam tubuh Anda dibandingkan kafein yang sewaktu-waktu bisa merusak kesehatan Anda. Setuju?

Ciri-Ciri Bayi Autis

Autisme merupakan gangguan pada otak yang membuat penderitanya sulit berinteraksi. Selain itu, penderita autis juga tidak mudah memahami emosi. Gejala-gejala autisme biasanya muncul pada usia 9 bulan hingga 2 tahun. Semakin cepat autisme dideteksi, semakin efektif juga penanganan yang bisa dilakukan. Untuk itu, kenalilah ciri-ciri bayi autis berikut ini.

1. Enggan berinteraksi

Bayi dengan autisme seringkali diam ketika namanya dipanggil. Mereka juga tidak mudah tersenyum saat orang lain mengajaknya bercanda. Biasanya, mereka akan menampilkan raut wajah yang kaku. Ketika sedang bermain, mereka juga cenderung asyik sendiri dengan mainannya.

2. Tidak menyukai kontak fisik

Pada umumnya, bayi akan suka dipeluk dan digendong. Akan tetapi, bayi autis tidak menyukainya. Mereka merasa tidak nyaman dengan kontak fisik. Baginya, sentuhan dan ciuman merupakan gangguan.

3. Cenderung rewel

Seringkali, bayi autis juga memiliki gejala hiperaktif. Akibatnya, mereka cenderung rewel karena merasa tidak nyaman. Jika sulit diam, orang tua sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk memberi penanganan.

Cara Mengatasi Anak Autis Hiperaktif

Ketika gejala hiperaktif terus muncul pada bayi autis, mereka harus diberikan pengobatan. Terdapat beberapa cara untuk mengatasi anak autis hiperaktif. Mulai dari konsumsi vitamin, olahraga, terapi, hingga menghindari stress.

4. Tidak suka suara berisik

Bayi dengan autisme tidak menyukai suara berisik. Jika mendengar suara seperti itu, mereka bisa menangis ataupun berteriak-teriak. Untuk itu, bayi perlu dipindahkan ke tempat yang lebih tenang.

5. Mudah marah

Bayi dengan autisme akan lebih sensitif sehingga mudah marah. Selain itu, mereka juga mudah merasa sedih. Kita tidak bisa menebak perubahan suasana hati bayi yang cepat berganti.

6. Minimnya kontak mata

Bayi tidak suka memandang orang yang sedang berinteraksi dengannya. Ketika ada komunikasi, mereka sulit untuk menatap lawan bicaranya. Perhatian mereka juga teralihkan untuk hal lain.

7. Fokus pada hal tertentu

Bayi autis cenderung fokus pada hal-hal tertentu saja. Mereka akan melakukan sesuatu berulang-ulang. Oleh karena itu, aktivitasnya cenderung terbatas karena mereka cenderung asik pada keinginannya sendiri.